Selamat Datang kance dulur se-Tanjung Enim angat

Selasa, Juni 17, 2008

Hidup Enak Tanpa Kerja Keras

Pada suatu masa, hiduplah seorang remaja bernama Fulan.Dia tinggal di sebuah dusun di sekitar jalur jalan lintas sumatera. Ayahnya mengolah sebidang kebun karet di bantu oleh ibunya.Ayah dan ibunya berharap suatu saat Fulan akan menjadi seorang yang memiliki derajat yang tinggi, jadi pegawai pemerintah ataupun swasta dengan kedudukan yang dapat di banggakan oleh kedua orang tuanya.

Sehari-hari Fulan bersekolah di sebuah SMP negeri yang berjarak cukup jauh dari dusunnya sehingga harus ditempuh dengan kendaraan umum. Setiap pagi Fulan berangkat sekolah diiringi tatapan mata kedua orang tuanya yang penuh harapan. Namun ternyata walaupun setiap hari pamit berangkat sekolah, Fulan sering tidak masuk sekolah. Dia nongkrong di sebuah warung di dekat sekolahnya dari pagi sampai saat pulang sekolahtiba. Ketika teman2nya pulang, Fulan juga ikut pulang. Hal seperti itu sering dia lakukan tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya. Saat malam menjelang, Fulan pamit mau belajar ke rumah teman, tapi lagi2 dia membohongi kedua orang tuanya. Ternyata dia nongkrong di pinggir jalan di ujung dusun, duduk di aspal bernyanyi riang lagu terkini diiringi dentingan gitar salah satu temannya. Mereka tak perduli dengan kendaraan yang lewat, mereka tetap duduk di jalan aspal tak perduli dengan bunyi klakson yang memekakkan telinga. Sambil menghisap rokok bahkan terkadang disertai "Minum". Saat malam telah larut baru dia beranjak pulang. Kedua orang tuanya sudah tidur karena letih seharian bekerja di kebun karet. Pintu rumah memang sengaja dibiarkan tidak terkunci karena sang anak kesayangan belum pulang dari "Belajar".

Saat hari minggu dan hari libur lainnya, Fulan selalu bangun siang. Sekitar jam 10 dia baru beranjak dari tempat tidunya. Bukannya langsung mandi ke sungai di dekat dusunnya, tapi dia malah duduk2 melamun di bawah rumahnya yang bertipe rumah panggung. Menghayal suatu saat hidup enak tanpa perlu bekerja keras ataupun bersusah payah. Apa mungkin Lan????Apa yang kamu harapkan dengan kelakuanmu yang seperti itu???

Kisah diatas merupakan suatu gambaran cara hidup seorang remaja di suatu daerah yang sampai saat ini masih banyak di jalani. Remaja seperti mereka berprinsip ingin hidup enak tanpa mau belajar dan bekerja keras. Merupakan salah satu bagian dari budaya bangsa indonesia yang perlu dirubah demi kemajuan dan kejayaan bangsa. Bagaimana caranya???Mari kita pikirkan bersama

2 komentar:

Yulius Chandra mengatakan...

jadi inget waktu masih budak tanggung dulu dulu. he he. sampe sekarang banyak budak2 pecak itu di tanjung enim & sekitarnyo.

mudah2an pendidikan jd prioritas pasangan bupati muara enim yg baru dilantik ini. apolagi wakilnyo, muzakir, sodara kembar munandar, dirut pt bukit kendi. kan bisolah palak dikit untuk bantuan infrastruktur.

mulkan mengatakan...

Bukan aku lo yang nyebut namo tempatnyo