Dewasa ini perusahaan-perusahaan produsen kendaraan bermotor tengah gencar-gencarnya berusaha menngkatkan penjualan produknya. Baik kendaraan bermotor roda dua ataupun kendaraan bermotor roda empat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menjalin kerjasama dengan pihak penyedia jasa kredit.
Untuk menarik minat konsumen melakukan pembelian kendaraan secara kredit, pihak penyedia jasa kredit berupaya “mempermudah” proses pengajuan permohonan kredit dengan berbagai cara diantaranya dengan uang muka atau DP(Down Payment) yang sangat rendah. Bahkan demikian rendahnya sehingga ada pihak penyedia jasa kredit yang berani memberikan penawaran kredit tanpa DP. Penawaran tersebut mampu menarik minat konsumen sehingga berbondong-bondong orang mendatangi dealer kendaraan bermotor untuk mengajukan kredit kepemilikan kendaraan. Hal tersebut tidak hanya terjadi di kota-kota besar saja, namun juga sudah merambah sampai ke daerah-daerah. demikian pula yang saat ini marak terjadi di Tanjung Enim.
Dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan, banyak warga Tanjung enim yang tertarik untuk kredit kendaraan terutama kendaraan beroda dua atau sepeda motor. Sebagian besar warga masyarakat tanjung enim yang menjadi konsumen adalah para pekerja atau pegawai dari perusahaan subkontrakor PTBA. Padahal mereka bekerja dengan sistem kontrak dengan jangka waktu tertentu. Ketika kontrak kerja mereka telah berakhir dan belum ada kejelasan mengenai adanya kontrak baru, sedangkan mereka telah memiliki tanggungan atau keluarga tentu mereka berusaha keras untuk memperoleh sumber pendapatan dengan berusaha mencari pekerjaan baru. Jika berhasil mereka akan terus bekerja sebagai karyawan atau pekerja kontrak. Namun jika berbulan-bulan tidak juga berhasil tentu mereka akan berpikir untuk memperoleh penghasilan tanpa melalui proses yang berbelit-belit seperti ketika mereka melamar pekerjaan. Menjadi tukang ojek adalah pilihan yang dijalani.
Menjadi tukang ojek tidaklah sulit, yang sulit adalah mencari penumpangnya. Apalagi jika jumlah tukang ojek yang tidak rasional untuk kota kecil seperti Tanjung Enim.
Saat ini ada ratusan tukang ojek yang beroperasi di willayah Tanjung Enim. Ada yang sudah termasuk anggota binaan polsek setempat, namun ada juga yang belum. Para tukang ojek tersebut tidak hanya berasal dari Tanjung Enim saja, namun juga berasal dari desa-desa di sekitar Tanjung Enim. Mereka bekerja dari subuh hingga larut malam. Bahkan ada yang beroperasi hingga pagi lagi. Sehingga jika mencari tukang ojek yang bekerja 24 jam kita tetap dapat menemukannya walaupun hanya di daerah tertentu misalnya sepanjang jalan baturaja yang menjadi jalan utama di Tanjung Enim.
Bila kita amati secara seksama ada berapa dampak yang terjadi dari banyaknya tukang ojek di Tanjung Enim, antara lain :
1. Persaingan diantara sesama tukang ojek untuk memperoleh penumpang menjadi sangat tinggi.
2. Bagi konsumen yang menggunakan jasa tukang ojek,hal tersebut lebih menguntungkan karena dapat memilih tukang ojek yang dikehendaki. Hal tersebut berlaku bagi konsumen yang menggunakan jasa tukang ojek yang bukan di pangkalan ojek. Beda halnya dengan di pangkalan ojek karena sudah ada sistem antrian atau giliran.
3. Dampak yang paling besar adalah dampak yang dirasakan oleh para tukang becak yang telah lama ada. Dengan banyaknya tukang ojek, penghasilan yang diperoleh oleh para tukang becak menurun sangat drastis. warga Tanjung Enim lebih memilih ojek karena murah dan lebih cepat sampai tujuan.
4, Profesi tukang ojek dapat mengurangi pengangguran di sekitar Tanjung Enim.
5. Kejahatan terhadap pengguna sepeda meningkat, baik berupa perampasan maupun pencurian.
Dampak-dampak tersebut ada yang bersifat positif maupun negatif. Sekarang menjadi tugas bagi aparat pemerintah untuk mengatur bagaimana supaya adanya profesi tukang ojek yang baru beberapa tahun ini ada di Tanjung Enim lebih banyak memberikan manfaat bagi warga Tanjung Enim dan sekitarnya.
Untuk menarik minat konsumen melakukan pembelian kendaraan secara kredit, pihak penyedia jasa kredit berupaya “mempermudah” proses pengajuan permohonan kredit dengan berbagai cara diantaranya dengan uang muka atau DP(Down Payment) yang sangat rendah. Bahkan demikian rendahnya sehingga ada pihak penyedia jasa kredit yang berani memberikan penawaran kredit tanpa DP. Penawaran tersebut mampu menarik minat konsumen sehingga berbondong-bondong orang mendatangi dealer kendaraan bermotor untuk mengajukan kredit kepemilikan kendaraan. Hal tersebut tidak hanya terjadi di kota-kota besar saja, namun juga sudah merambah sampai ke daerah-daerah. demikian pula yang saat ini marak terjadi di Tanjung Enim.
Dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan, banyak warga Tanjung enim yang tertarik untuk kredit kendaraan terutama kendaraan beroda dua atau sepeda motor. Sebagian besar warga masyarakat tanjung enim yang menjadi konsumen adalah para pekerja atau pegawai dari perusahaan subkontrakor PTBA. Padahal mereka bekerja dengan sistem kontrak dengan jangka waktu tertentu. Ketika kontrak kerja mereka telah berakhir dan belum ada kejelasan mengenai adanya kontrak baru, sedangkan mereka telah memiliki tanggungan atau keluarga tentu mereka berusaha keras untuk memperoleh sumber pendapatan dengan berusaha mencari pekerjaan baru. Jika berhasil mereka akan terus bekerja sebagai karyawan atau pekerja kontrak. Namun jika berbulan-bulan tidak juga berhasil tentu mereka akan berpikir untuk memperoleh penghasilan tanpa melalui proses yang berbelit-belit seperti ketika mereka melamar pekerjaan. Menjadi tukang ojek adalah pilihan yang dijalani.
Menjadi tukang ojek tidaklah sulit, yang sulit adalah mencari penumpangnya. Apalagi jika jumlah tukang ojek yang tidak rasional untuk kota kecil seperti Tanjung Enim.
Saat ini ada ratusan tukang ojek yang beroperasi di willayah Tanjung Enim. Ada yang sudah termasuk anggota binaan polsek setempat, namun ada juga yang belum. Para tukang ojek tersebut tidak hanya berasal dari Tanjung Enim saja, namun juga berasal dari desa-desa di sekitar Tanjung Enim. Mereka bekerja dari subuh hingga larut malam. Bahkan ada yang beroperasi hingga pagi lagi. Sehingga jika mencari tukang ojek yang bekerja 24 jam kita tetap dapat menemukannya walaupun hanya di daerah tertentu misalnya sepanjang jalan baturaja yang menjadi jalan utama di Tanjung Enim.
Bila kita amati secara seksama ada berapa dampak yang terjadi dari banyaknya tukang ojek di Tanjung Enim, antara lain :
1. Persaingan diantara sesama tukang ojek untuk memperoleh penumpang menjadi sangat tinggi.
2. Bagi konsumen yang menggunakan jasa tukang ojek,hal tersebut lebih menguntungkan karena dapat memilih tukang ojek yang dikehendaki. Hal tersebut berlaku bagi konsumen yang menggunakan jasa tukang ojek yang bukan di pangkalan ojek. Beda halnya dengan di pangkalan ojek karena sudah ada sistem antrian atau giliran.
3. Dampak yang paling besar adalah dampak yang dirasakan oleh para tukang becak yang telah lama ada. Dengan banyaknya tukang ojek, penghasilan yang diperoleh oleh para tukang becak menurun sangat drastis. warga Tanjung Enim lebih memilih ojek karena murah dan lebih cepat sampai tujuan.
4, Profesi tukang ojek dapat mengurangi pengangguran di sekitar Tanjung Enim.
5. Kejahatan terhadap pengguna sepeda meningkat, baik berupa perampasan maupun pencurian.
Dampak-dampak tersebut ada yang bersifat positif maupun negatif. Sekarang menjadi tugas bagi aparat pemerintah untuk mengatur bagaimana supaya adanya profesi tukang ojek yang baru beberapa tahun ini ada di Tanjung Enim lebih banyak memberikan manfaat bagi warga Tanjung Enim dan sekitarnya.
0 komentar:
Poskan Komentar