Selamat Datang kance dulur se-Tanjung Enim angat

Kamis, Desember 04, 2008

Saudara Sekampung

Masyarakat Tanjung Enim terdiri dari beberapa suku antara lain Tanjung Enim, Jawa, Minang, Tionghoa dll.Dengan adanya beberapa suku tersebut menyebabkan terjadinya adaptasi atau bisa di sebut pencampuran budaya dan adat istiadat. Dalam kehidupan sehari-hari disana perbedaan suku tersebut seperti menimbulkan jarak pemisah antara satu suku dengan yang lain. Namun apabila suatu saat mereka bertemu di luar Tanjung Enim mereka tetap merasa memiliki suatu ikatan emosional sebagai orang yang berasal dari satu daerah yang sama yaitu Tanjung Enim.

Seperti kita ketahui bahwa Suku Batak dan Minang memiliki ikatan yang lebih erat apabila mereka berjumpa dengan saudara sekampung di perantauan. Tapi kita tidak merasakan hal itu sebagai orang Tanjung enim.Mengapa bisa demikian?


Menurut saya penyebabnya antara lain karena hubungan dalam kehidupan bermasyarakat di Tanjung Enim tidak begitu akrab antara satu suku dengan suku yang lain. Hal tersebut terbawa ke perantauan. Saya merasakan ketika bertemu dengan sesama orang Tanjung Enim di perantauan obrolan hanya sampai pertanyaan "Di Tanjung Enim di mano?" kemudian saya jawab. Setelah saya jawab orang tersebut hanya berkomentar "Ooooo...disano". Setelah itu tidak ada lagi kelanjutannya.Padahal kita dapat meneruskan obrolan ke hal-hal lain ataupun saling berkunjung satu sama lain untuk mempererat silaturrahmi untuk saling membantu disaat ada yang membutuhkan bantuan. Yang penting saling tolong menolong dalam kebaikan,bukan untuk berbuat sesuatu yang negatif ataupun melanggar hukum. Karena kita tidak akan pernah rugi dengan bertambahnya teman baik atau saudara, Terlebih SAUDARA SEKAMPUNG.

0 komentar: